Kasus Keluarga: Pria Dibacok Sepupu Sendiri
nfoterpenting.com – Seorang warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menjadi korban pembacokan oleh sepupunya sendiri. Insiden tersebut terjadi di lingkungan rumah korban pada Selasa pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar karena pelaku dikenal sebagai anggota keluarga dekat.
Korban, berinisial AR (35), saat itu sedang berada di halaman rumahnya. Tanpa diduga, pelaku berinisial DN (33), datang membawa sebilah parang dan langsung menyerang. AR mengalami luka serius di bagian kepala dan lengan akibat sabetan senjata tajam tersebut.
Menurut keterangan saksi mata, DN menyerang tanpa alasan yang jelas. Ia tampak marah dan tidak bisa diajak bicara secara logis. Warga yang melihat kejadian itu segera berteriak meminta pertolongan. Beberapa orang mencoba melerai, namun DN terus mengayunkan parang ke arah korban.
Setelah korban tersungkur, pelaku melarikan diri ke arah belakang rumah. Warga kemudian membawa AR ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Saat ini, kondisi korban dilaporkan stabil namun masih dalam pengawasan medis intensif.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menangkap pelaku tak lama setelah kejadian. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan di sebuah kebun yang tidak jauh dari lokasi pembacokan.
Dalam pemeriksaan awal, DN menunjukkan perilaku yang tidak stabil. Menurut keluarga, DN sudah lama mengalami gangguan jiwa namun tidak pernah menjalani perawatan intensif. Hal ini diperkuat oleh informasi dari tetangga yang menyebut DN sering berbicara sendiri dan mudah marah.
“Baca Juga : Tradisi Tepung Tawar ala Sultan Iskandar”
“Pelaku saat ini masih menjalani observasi kejiwaan. Kami juga akan melibatkan pihak rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKBP Harissandi. Polisi belum menetapkan pasal yang dikenakan karena masih menunggu hasil observasi medis terhadap kondisi DN.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana konflik dalam keluarga bisa berujung pada tindak kekerasan. Faktor kesehatan mental yang tidak tertangani juga dapat memicu tindakan berbahaya. Masyarakat diimbau lebih waspada dan peduli terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
Peristiwa ini menyadarkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah kekerasan. Apabila terdapat anggota keluarga yang menunjukkan gejala gangguan mental, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional. Dengan penanganan yang tepat, potensi bahaya bisa dicegah lebih awal.
Pihak kepolisian masih mendalami motif pasti pelaku dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, keluarga korban berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat luas agar lebih peduli terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitar.
“Baca Juga : Harga BBM Terkini 1 April 2025 di Sumsel dan Sekitar”